Belajar dari Kesalahan Dagang Nick Leeson

Ilustrasi pasar saham (Sumber: Pixabay/skeeze)

Film Rogue Trader (1999), berkisah seorang trader bernama Nick Leeson, yang telah membuat bangkrut Bank Barings, dengan permainan jual beli saham Nikkei yang dilakukannya.

Yang paling membuat penulis tertarik, adalah kegunaan Account 88888 dan bagaimana Leeson menggunakannya untuk menutupi kerugian yang terjadi.

Account 88888 digunakan Leeson sebagai account customer palsu, dengan deposit dana meminjam dari klien, dan dia pergunakan untuk berdagang.

Tujuannya, keuntungan yang didapat account tersebut, digunakan untuk menutupi kerugian yang terjadi, dan itu diluar pembukuan.

Singkatnya, selain Leeson sebagai penjual, dia sendiri sekaligus sebagai pembelinya (melalui account 88888), dan itu melanggar aturan perdagangan saham.

Awalnya, dengan keberuntungan Leeson, dia berhasil mengembalikan dana investasi klien yang hilang, menutup account 88888 dan Leeson kepada istrinya untuk tidak melakukan hal yang sama.

Namun karena tertarik untuk membeli kontrak Pierre Beaumarchais dan yakin dapat menjualnya ketika harga naik. Leeson membuka kembali account 88888 sebagai penampung kerugian tradingnya.

Sayangnya, akibat bencana gempa dan kondisi Nikkei waktu itu, saham Nikkei terus turun, yang menyebabkan posisi beli yang telah diambil Leeson semakin merugi.

Diakhir cerita dikatakan, akibat kegagalan Leeson, Bank Barings mengalami kerugian hingga satu milyar Pound dan bangkrut pada 1995.

Comments

Popular posts from this blog

Panduan Singkat bagi Pembuat Website atau Blog

Ringkasan Performa Aplikasi dan Game Computational Lab tahun 2018

Menjadi Kaya Sebagai CEO

Perusahaan Wajib Mempertahankan Harga Saham

Ranking Website dengan Backlink

Account Adsense lebih dari Satu

Contoh Menentukan Harga Jasa bagi Pemula

Pengaruh Konversi di Adwords terhadap Pendapatan Adsense Publisher

Bank Memiliki Bahasa Pemrograman Sendiri

Efek Update Algorithma Broad Core Google