Posts

Showing posts with the label Website

Efek Update Algorithma Broad Core Google

Image
Pada 24 September 2019, diberitakan oleh Southern dari SearchEngineJournal.com, Google melakukan broad core update. Proses update ini akan membutuhkan waktu beberapa hari, dan sangat berpengaruh pada traffic website penulis, sampai tulisan ini ditulis. Gambar di atas adalah bukti pengaruh update tersebut pada salah satu website yang penulis kelola. Seperti yang penulis sebut pada posting sebelummya, ketika update seolah-olah iklan Adsense dimatikan. Hal ini mungkin karena Google ingin melindungi dana beriklan kliennya, untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan selama update. Sehingga, selain traffic yang berkurang, pendapatan Adsense hari-hari sekitar itu ikut juga berkurang. Referensi Southern, Matt. 2019. Google is Releasing a Broad Core Algorithm Update Today, September 24th. https://www.google.com/amp/s/www.searchenginejournal.com/google-is-releasing-a-broad-core-algorithm-update-today-september-24th/327617/amp/. Diakses tanggal 27 September 2...

Menambahkan ads.txt pada Blogspot

Image
Kamis 25 Juli 2019, ketika penulis mengunjungi dashboard halaman Adsense, muncul peringatan untuk menambahkan file ads.txt pada blog penulis yang sudah menampilkan iklan Adsense. Salah satunya adalah blog uboiz-bisnis.blogspot.com ini. Caranya adalah dengan menambahkan file ads.txt yang bisa dibuat sendiri menggunakan notepad atau di download melalui tombol Download seperti pada gambar di atas, Di mana ads.txt berisi kode kurang lebih sebagai berikut: google.com, pub-0000000000000000, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Untuk website pada umumnya, file ads.txt tinggal ditambahkan dengan meng-upload dalam root utama folder public seperti dalam direktori www atau public_html. Namun untuk blogspot berbeda, caranya hanya tinggal menambahkan dengan membuka menu Search Preference, lalu ke bagian Monetization. Pada bagian tersebut kode dalam file ads.txt tinggal dipastekan saja sebagaimana gambar dibawah ini: File ads.txt adalah file yang diperlukan Adsense ...

Koreksi Teknik SEO dengan Link Building

Image
Ilustrasi link building (Source; Pixabay/hamonazaryan1) Sedikit aneh, dengan tips yang diberikan oleh Montti (2019), dalam artikelnya di Search Engine Journal (SEJ) yang berjudul "This 1 Link Building Tip Will Increase Success Rate ". Menurut dia, dengan merekomendasikan website yang sudah populer, dalam bentuk link, dapat menaikkan juga ranking website yang memajang link. "My conversion rate went up after I started recommending popular sites" sebut Montti. Berdasarkan pengamatan penulis, memajang link ke luar, entah itu di follow atau nofollow diproperti rel-nya, tidak ada pengaruhnya terhadap rangking website itu sendiri. Yang berpengaruh justru website atau konten online yang dari luar yang me-link ke website sumber. Semakin banyak yang me-link, berarti semakin berpotensi untuk menaikkan rangkin web tersebut. Sebagaimana terlihat pada properti di dalam menu link, Google search console gambar di bawah ini, laporan link menunjukkan link dari l...

Tip Membuat Tulisan Berkualitas untuk SEO

Image
Ilustrasi menulis (Sumber: Pixabay/Free-Photos) Salah satu pencarian jawaban pertanyaan penulis, terkait bagaimana membuat tulisan website atau blog yang dapat terindek dengan baik oleh Google, penulis menemukan 4 tip turunan, dari 6 tip bagaimana membuat konten yang SEO-friendly, yang ditulis oleh Ward (2019). Buat Konten dengan banyak variasi. Variasi yang dimaksud disini adalah tulisan dengan menambahkan gambar, video, grafik data pendukung, dan lain sebagainya. Hal ini terutama bertujuan untuk menarik pembaca dan berlama-lama di website atau blog. Tetapi karena kecepatan akses mempengaruhi ranking, penambahan konten lain jangan sampai memperlambat akses pengunjung ke website atau blog yang bersangkutan. Percobaan Tulisan Panjang dan Pendek Satu tema, dapat dibuat banyak pembahasan. Oleh karena itu Ward menyarankan untuk membuat tulisan yang membahas secara singkat dan ada yang lebih mendalam, atau dengan orientasi yang lain. Dari berbagai macam tu...

Batasan Umur di Google untuk Pengguna Android

Image
Ilustrasi pengguna smartphone anak-anak (Sumber: Pixabay/terimakasih0) Sebelumnya, Google membedakan pengguna Android dengan batasan 18 tahun untuk usia anak yang boleh memegang smartphone. Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh batasan usia awal kali mendaftar account Google dan data analitik seperti terlihat dalam gambar di bawah ini: Gambar di atas adalah data Firebase Analytic pengguna aplikasi Caliper Digital penulis di Play Store dengan nama developer Computational Lab, berdasarkan batasan umur atau demografisnya. Berbeda dengan tahun 2019 saat tulisan ini ditulis, tampaknya karena Google melihat pengguna Android tidak hanya kalangan dewasa saja, Google manambahkan kategori account anak-anak pada saat pendaftaran yang harus terkoneksi dengan Google Family Link, dan membedakan pengguna dibawah 18 tahun menjadi 5 golongan sebagai berikut: Dan untuk aplikasi atau game Android yang ditargetkan untuk pengguna umur di bawah 13 tahun, harus menyertakan priva...

Potensi Update Algorithma Rangking Google Juli 2019

Image
Ilustrasi pengembangan website (Sumber: Pixabay/rawpixel-edited by author) Seperti yang penulis duga pada posting sebelumnya, Schwartz (2019) memberitakan juga bahwa ada kemungkinan update algorithma Rangking Google yang terjadi pada 11 dan 12 Juli 2019. Tidak sebagaimana penulis yang hanya mengambil kesimpulan dari pengamatan kenaikan traffic, yang diikuti penurunan pendapatan Adsense, Schwartz menunjukkan grafik dari beberapa tool analityc dari website komunitas yang dikelolanya. Menurut dia, berdasarkan anomali yang terlihat, kemungkinan update memang terjadi, namun Google belum mengkonfirmasikannya, atau memang tidak perlu dikonfirmasi karena update tersebut hanya perbaikan kecil saja. Berikut ini adalah gambar search console traffic website yang penulis kelola. Impresi website penulis Terlihat selama tanggal 11 dan 12 Juli 2019, website penulis justru terjadi penurunan impresi, yang berkebalikan dengan yang terjadi pada milik Schwartz. Bisa jadi m...

Pendapatan Adsense Turun Selama Update Algorithma

Image
Ilustrasi update Algorithma (Sumber: Pixabay/bsdrouin) Google, sebagai mesin pencari, masih seringkali melakukan update algorithmanya. Hal ini wajar, karena sesuai dengan komitmen mereka untuk menghasilkan hasil pencarian yang terbaik bagi pengguna. Disisi lain, Adsense, sebagai salah satu model bisnis Google untuk mendapatkan income dari iklan, yang sistem kerjanya bagi hasil dengan mitra penyedia konten online seperti penulis, ternyata produk ini dapat digunakan sebagai salah satu indikasi adanya proses update algorithma Google tersebut. Berdasarkan pengalaman penulis, jika terdapat kondisi dalam satu hari saja, pendapatan Adsense turun hampir 70%, dengan jumlah impresi iklan rata-rata yang tetap. Kondisi seperti inilah tanda adanya update algorithma tersebut. Tentu Google membatasi dana beriklan ini, bermaksud menjaga agar dana klien, selamat dari error (kesalahan-kesalahan) yang tidak terduga, saat update algorithma. Dan jika beruntung, pada hari berikutn...

Usia Domain tidak Mempengaruhi Ranking Google

Image
Ilustrasi SEO (Sumber:Pixabay/Templune) Domain Lama atau Baru ternyata tidak mempengaruhi algorithma rangking Google. Sesuai dikabarkan Search Engine Roundtable (2019), John Mueller menjawab pertanyaan dari audience-nya di Twitter, bahwa usia domain tidak membantu apapun. John Mueller adalah senior Webmaster Analyst Google. Banyak pernyataan di Twitter atau diskusi onlinenya, digunakan sebagai acuan para webmaster dalam membangun website atau blog yang dikelolanya, untuk SEO. Mueller juga mengatakan bahwa Google tidak memberikan kelebihan apapun terhadap domain baru. Artinya, sesuai tulisan-tulisan di blog ini berkategori SEO sebelumnya, kedua jawaban Mueller di atas menguatkan bahwa kualitas konten adalah parameter nomor satu yang menentukan ranking. Selain itu, secara teknis, kecepatan akses dan struktur website atau blog yang mudah dibaca oleh robot mesin pencari, merupakan parameter lain yang perlu diperhatikan dalam SEO. Referensi Schwartz, Barry....

Batasan Share di Media Sosial

Image
Media sosial merupakan salah satu alat mendatangkan traffic ke website atau blog. Pemilik website biasanya akan menshare link tulisan mereka, di media sosial yang mereka miliki. Tidak lain, harapannya agar follower mereka membaca tulisan tersebut, dan mendatangkan traffic ke website atau blog mereka. Namun tidak hanya share begitu saja, jika share dilakukan secara serampangan, traffic ke website yang berasal dari media sosial tersebut dapat dianggap sebagai spam dan invalid traffic. Sedangkan dipihak lain, tiap media sosial memiliki karakteristik sendiri-sendiri, seperti Instagram yang lebih digunakan untuk share konten berupa gambar, Twitter untuk quote, Whatsapp Group untuk chat, Linkedin untuk konten berbasis Pekerjaan, Facebook dan Tumblr yang dapat digunakan untuk share segala macam konten. Sehingga, jika pemilik website share begitu saja, seenak dia, follower yang mulanya senang dengan tema artikel yang dibawakan pemilik website, akhirnya meng-unfollow sa...

Membuat Tulisan dengan Orientasi SEO

Image
Agar dapat terindek di search engine Google, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang penulis blog atau website. Tema Untuk dapat menarik pengguna mengunjungi website, penulis harus mencari tema yang banyak dicari atau dibutuhkan orang. Namun tidak hanya ditulis begitu saja, berdasarkan pengalaman penulis, tulisan dengan tema tertentu perlu dikumpulkan dalam blog atau website dengan tema tertentu pula. Misalnya, tulisan yang berbau bisnis, dikumpulkan dalam website yang bertema bisnis. Hal ini memang sangat direkomendasikan untuk website yang didaftarkan pada bisnis afiliasi seperti Google Adsense. Konon katanya iklan yang akan ditampilkan lebih mudah untuk di golongkan oleh penyedia iklan, jika website sejak awal memiliki konten bertema tertentu. Judul Pemilihan judul yang tepat dan mampu mengundang pembaca merupakan salah satu hal yang penting. Tetapi perlu diperhatikan, kata-kata judul tidak boleh berlebihan (clickbait), dan harus sesua...

Sekilas tentang Algorithma Pinguin 2019

Image
Beberapa waktu sebelum tulisan ini di tulis, diberitakan oleh Montti (2019) dari SEJ, Google melakukan update pada algorithma search enginenya. Update tersebut adalah core update June 2019, dan merupakan update dari update sebelumnya yang diindikasi terkait bug pada algorithma Pinguin. Penulis sangat tertarik dengan algorithma ini, karena semenjak diterbitkannya algorithma tersebut, tepatnya Penguin 4.0 (7th Penguin update) pada 23 September 2016, secara keseluruhan traffic konten online penulis lebih banyak turun, dibandingkan naiknya. Dan mulai 2016 tersebut, penulis merasa sangat sulit sekali untuk memperoleh traffic untuk hitungan bulan. Beginning Perlu diketahui, sebagaimana telah dituliskan di Wikipedia (2019), algorithma Pinguin telah dikembangkan sejak tahun 2012, dan ditujukan untuk memerangi page ranking dengan teknik spamming. Penulis, sebenarnya sudah memulai blogging semenjak tahun 2008. Dan menghindari cara-cara spamming, seperti share link di me...

Ranking Website dengan Backlink

Image
Sumber: Pixabay-DiggityMarketing Salah satu parameter yang dapat meningkatkan ranking website selain konten, adalah backlink. Sederhananya backlink berarti direferensi. Artinya website yang bagus adalah website yang direferensi oleh website lain. Semakin bagus rangking website yang mereferensi, maka akan semakin meningkatkan rangking website aslinya. Hal ini sama halnya dengan karya ilmiah yang disebut paper. Semakin banyak yang mereferensi paper tersebut, maka akan semakin meningkatkan rankingnya di mata publishernya.  Begitu juga dengan penulisnya, penulis paper akan semakin dihargai disetiap tulisan-tulisannya. Jika tulisannya banyak direferensi oleh penulis lain. Oleh sebab itu, dalam tulisan yang bagus harus terdapat ide asli dan data pendukung yang terpercaya dan dapat dipertanggung-jawabkan. Contohnya tulisan yang berjudul "Sepuluh Bahasa Pemrograman Populer Tahun 2019", agar tulisannya berbobot dan penulis lain mau mereferensi, penulis a...

Kualitas adalah Ranking Faktor Website Sebenarnya

Image
Berlawanan dengan posting sebelumnya, ternyata yang menjadi ranking faktor bukan konten, meta data dan kecepatan akses website. Tetapi adalah kualitas konten itu sendiri. Hasil wawancara dengan Martin Splitt, yang dirangkum dan dibahas Montti (2019) dalam artikel SEJ (Search Engine Journal) menyebutkan tiga faktor di atas adalah faktor utama yang menjadi parameter ranking website. Namun di sisi lain dari sumber yang sama Montti (2019), SEJ, beberapa hari setelahnya, muncul pernyataan yang berkebalikan dari John Mueller, bahwa sulit untuk menentukan tiga hal utama sebagai faktor ranking. Menurut Mueller, dikarenakan frekuensi permintaan dari query ke query yang selalu berbeda setiap waktu, bisa saja faktor ranking tersebut akan berbeda diwaktu berikutnya. Perlu diketahui, Martin Splitt adalah seorang developer di Google. Sedangkan John Mueller adalah Webmaster Trends Analyst yang juga bekerja di Google. Oleh karena itu, kesimpulan penulis, faktor ranking adalah kua...

Domain .com lebih Diutamakan dibanding .co.id

Image
Satu hal yang menarik dan tidak disangka penulis sebelumnya. Ternyata search console melakukan pengindekan secara terpisah, untuk domain yang sama, namun berakhiran berbeda seperti .com dan .co.id. Seperti perbedaan pada blog penulis yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Performa https://ube-icunk.blogspot.com Performa https://ube-icunk.blogspot.co.id Pada kedua gambar tersebut, terlihat bahwa domain .co,id seperti tidak ada aksi sama sekali, sedangkan yang berakhiran .com performanya terlihat, meskipun sedikit. Padahal secara kunjungan, blog penulis paling tidak dikunjungi dengan jumlah traffic rata-rata sampai 20 kunjungan per hari. Artinya, pengindekan search console dilakukan secara terpisah, dan bahkan hal itu sudah dilakukan oleh Google sebelum url-nya di submit sebagai property baru. Perlu diketahui, penulis baru memasukkan url .com tersebut ke search console, masih terhitung sekitar 16 hari sebelum tulisan ini ditulis. ...

Pentingnya Website Official untuk Landing Page Promosi

Image
ilustrasi Media Sosial vs Website Official (Sumber gambar: rawpixel-Pixabay) Seorang admin web menyangkal penulis dengan berpendapat bahwa saat tulisan ini ditulis, orang lebih memilih melihat account media sosial seperti Instagram dibanding mengunjungi website. Sehingga menurut dia, akan lebih mudah dengan hanya upload foto dan kemudian ditambahkan sedikit deskripsi ke media sosial, berita akan langsung tersampaikan ke masyarakat, terutama yang menjadi follower. Pernyataan ini muncul dalam diskusi, ketika penulis meminta admin web tersebut untuk kembali aktif posting berita, dengan setidaknya satu bulan satu kali posting. Posting berita ini penting, terkait dengan promosi dan sekaligus menunjukkan kepada masyarakat, seperti prestasi-prestasi yang telah diraih oleh instansi pemilik website. Dan mengenai pernyataan bahwa account media sosial itu lebih penting dari website official itu sendiri, penulis sangat tidak setuju. Karena bagaimanapun juga website official ...

Popular posts from this blog

Ranking Website dengan Backlink

Google Sedang Membersihkan Konten Penyebab Invalid Traffic

Sudut Pandang Lain Film The Great Hack

Pengguna Penginapan Murah

Tip Selamat dari Badai Suspend Admob

Contoh Menentukan Harga Jasa bagi Pemula

Teknik Spamming Penyebab Invalid Traffic

Menjadi Kaya Sebagai CEO

Perlunya Masker Transparan

Pengaruh Pageview terhadap Pendapatan Adsense